Rabu, 29 Mei 2013

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PT. SECUREINDO PACKATAMA INDONESIA WILAYAH I KOTA PALEMBANG

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI
PT. SECUREINDO PACKATAMA INDONESIA WILAYAH I KOTA PALEMBANG

BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesamanya. Dalam kehidupannya manusia sering dipertemukan satu sama lainnya dalam suatu wadah baik formal maupun informal.

Komunikasi memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para pegawai tentang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar.
Aktivitas komunikasi di perkantoran senantiasa disertai dengan tujuan yang ingin dicapai. sesama dalam kelompok dan masyarakat. Budaya komunikasi dalam konteks komunikasi organisasi harus dilihat dari berbagai sisi. Sisi pertama adalah komunikasi antara atasan kepada bawahan. Sisi kedua antara pegawai yang satu dengan pegawai yang lain. Sisi ketiga adalah antara pegawai kepada atasan. Masing-masing komunikasi tersebut mempunyai polanya masing-masing.

Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Dalam hal komunikasi yang terjadi antar pegawai, kompetensi komunikasi yang baik akan mampu memperoleh dan mengembangkan tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerja suatu organisasi (perkantoran) menjadi semakin baik. Dan sebaliknya, apabila terjadi komunikasi yang buruk akibat tidak terjalinnya hubungan yang baik, sikap yang otoriter atau acuh, perbedaan pendapat atau konflik yang berkepanjangan, dan sebagainya, dapat berdampak pada hasil kerja yang tidak maksimal.
Peningkatan kinerja pegawai secara perorangan akan mendorong kinerja sumber daya manusia secara keseluruhan dan memberikan feed back yang tepat terhadap perubahan perilaku, yang direkflesikan dalam kenaikan produktifitas.

PT. Secureindo Packatama Indonesia Wilayah I Kota Palembang merupakan salah satu organisasi formal di lingkungan aparatur non pemerintah yang memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan khususnya kota Palembang terutama dalam bidag jasa Parkir. Program-program kerja yang dirancang bertujuan untuk menmpromosikan perusahan jasa terutama dalam bidang perkir yang merupakan aset perusahaan yang sangat penting sehingga sangat diharapkan kinerja yang optimal yang dapat diwujudkan melalui peranan komunikasi yang efektif.

Melihat pengaruh yang sangat penting antara proses komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi khususnya komunikasi interpersonal antar pegawai dengan tingkat kinerja pegawai maka penulis tertarik mengambil judul “Pengaruh Komunikasi Interpersonal Antar Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai PT. Secureindo Packatama Indonesia Wilayah I Kota Palembang.”

Sabtu, 11 Mei 2013

Kekuatan Motivasi

Artikel
Zig Ziglar seorang motivational speaker yang ternama, suatu waktu pernah dihampiri seorang pria dan dikritik. Pria itu berkata, “kalian para pembicara motivasi hanya bisa memompa semangat dan motivasi orang dan kemudian kalian tinggalkan dan tidak lama motivasi itu hilang dengan sendirinya”. Namun Zig Ziglar menjawab dengan luar biasa, “bukankah itu juga terjadi setelah kita mandi biasanya tidak lama kemudian kita menjadi kotor lagi, dan kita berfikir merupakan hal yang baik untuk tetap mandi setiap hari.

Saya sangat setuju akan hal ini bahwa motivasi tidaklah selalu bertahan selamanya. Bagaimanapun juga kita harus memperbaharuinya setiap hari. Mengikuti seminar motivasi bukanlah hal yang buruk, namunkita harus menyadari bahwa pembicara motivasi tidaklah selalu mendampingi dan menyemangati anda. Jika anda ingin tetap termotivasi setiap saat maka kita akan bertanggung jawab  untuk menciptakan motivasi itu. Filsuf itu. Filsuf Yunani, Socrates berkat, “untuk menggerakan dunia kita harus lebih dahulu menggerakan diri kita sendiri.”

Marilah kita melihat apa yang bisa dilakukan suatu kekuatan motivasi:
*      Motivasi Adalah Langkah Pertama Kea Rah Pencapaian
Motivasi adalah kunci yang membuka pintu untuk menuju pencapaian anda. Motivasi adalah apa yang membuat anda mulai melangkah, sedangkan komitmen adalah apa yang membuat anda melangkah. Sekelompok karyawan yang dimotivasi biasanya pencapaiannya lebih tinggi disbanding para karyawan yang hanya dibiarkan jalan sendiri. Seorang pelajar yang memiliki motivasi belajar tentu lebih baik di banding yang tidak memiliki motivasi.
*      Motivasi Meningkatkan Kemauan
Orang biasanya gagal bukan karena kurang kemampuan atau kurang pengetahuan, melainkan biasanya karena kurang kemauan. Dengan adanya motivasi dalam diri seseorang maka kemauan seseorang dapat ditingkatkan. Orang-orang yang cukup termotivasi biasanya akan menemukan kekuatan kemauan muncul dalam diri mereka.
*      Motivasi Memberikan Tenaga Ekstra
Kita sering menyebut orang lain bertenaga tinggi atau bertenaga rendah berdasarkan seberapa banyaknya hal yang mereka lakukan. Menurut saya mungkin lebih tepat jika menyebutkan mereka mempunyai motivasi tinggi atau tenaga ekstra. Motivasi memberi anda kekuatan untuk melakukan banyak hal. Motivasi adalah alasan mengapa selalu ada hal-hal yang saya selalu ingin kerjakan, orang-orang yang saya ingin temui, dan sasaran-sasaran yang ingin saya capai.
*      Motivasi Adalah Dasar Untuk Keunggulan
Motivasi bisa mengubah seseorang dari kadaan biasa-biasa menjadi lebih unggul. Pemimpin hak asasi manusia, Marthin Luther King Jr. menegaskan, “Jika seseorang belum melakukan sesuatu yang untuknya ia mau mati, ia tidak layak untuk hidup.” Saat anda menemukan tujuan hidup anda, anda menemukan motivasi, anda bisa mencapai keunggulan.
*      Motivasi Adalah Kunci Menuju Keberhasilan
Saya membaca tentang dua ratus eksekutif yang ditanya tentang apa yang menjadikan orang berhasil. Kualitas nomor satu yang mereka sebutkan bukanlah skill atau antusiasme, dan sebagian besar dari mereka mengakui bahwa perlu ada suatu api mmotivasi dalam diri manusia untuk mencapai keberhasilan. 

Abdurrahman Sholeh Fauzi

Biografi

Abdurrahman Sholeh Fauzi, lahir di Blitar pada 12 Mei 1984. Sejak usia lima tahun, sudah nyantri di Pesantren Mamba’ul Hisan Kalipucung Blitar.kemudiann melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) di Pesantren Hidyatul Mubtadi’in Ngunut Tulungagung di bawah asuhan Almaghfurlah KH. Ali Shodiq Umam. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar melanjutkan ke Madarasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kunir Belitar sekaligus belajar agama di Pesantren Al-Kamal Kunir Blitar. Setelah tamat dari MTsN Kunir kemudian melanjutkan nyantri di PP. Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta dan sekolah formal di MAN Yogyakarta II.

Di MAN Yogyakarta II, Penulis merupakan sosok sentral berdirinya Komisariat IPNU Syarif Hidyatullah MAN Yogyakarta II. Dengan semangat dan kegelisahan yang sama melalui diskusi panjang bersama rekan-rekan sejawat sepakat mendirikan Komisariat MAN Yogyakarta II. Akhirnya di tahun ketiga Komisariat IPNU Syarif Hidayatullah MAN Yogyakarta II dapat terbentuk. Setelah lulus dari bangku Aliyah, penulis melanjutkan di nUniversitas Negeri Yogyakarta (UNY). Padda tahun 2003 penulis menjadi salah satu pengurus di PC IPNU Kota Yogyakarta periode 2003-2005. Bersama rekan-rekan, penulis menggagas diaspora gerakan dan masuk di sekolah-sekolah umum di Yogyakarta.

Pengalaman organisasi di IPNU terus berlanjut, di tahun 2005 penulis pernah menjadi salah satu pengurus di PW IPNU DIY sebagai koordinasi Departemen Pesr dan Jaringan periode 2005-2007, Ketua I PW. IPNU DIY periode 2007-2009 hingga menjadi ketua Tkamir Masjid Uswatun Khasanah Jl. Kaliurang Sleman tahun 2005-2009. Di periode PW IPNU DIY 2007-2009 inilah banyak gebrakan-gebrakan seperti Aksi Seribu Tendangan Pelajar D.I Yogyakarta menolak tayangan sinetron destruktif, Kemah Pelajar dan Santri NU Sayang Bumi se D.I Yogyakarta dan beberapa gagasan penting seperti diskusi ttentang redikalisme agama di kalangan pelajar DIY hingga Halaqah kadarisasi menuju kongres XVI IPNU di Palembang dan banyak lagi gagasan serta gerakan brilian yang dilakukan bersama rekan-rekan di PW IPNU DIY.

Trend Dunia Teknologi 2013

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Dengan perkembangan besar teknologi yang terjadi pada kurun waktu 2012  tentunya di tahun 2013 akan muncul berbagai fenomena baru teknologi mutakhir yang lebih variatif. Secara khusus, berikut adalah trend IT yang menonjol dan akan booming pada tahun 2013.

·        Microsoft Reserch
Luar biasa, sebagaimana kita ketahui sekarang bahwa teknologi penerjemah memang sangat membantu, terutama dari lahirnya translate.google.com atau Bing translator yang saya kira sangat disukai oleh banyak pengguna internet. Kini muncul Microsoft Research yang mendemokan penerjemah secara realtime atau instan. Secara instan pidato bahasa inggris yang disampaikan diterjemahkan dalam bahasa mandarin melalui mesin atau sistem penerjemah Microsoft dan pidato yang didengar audiens pun tidak menggunakan suara orang lain atau suara mesin yang kaku dan aneh, sistem ini menghasilakn pidato atau perkataan seperti suara asli pembicaranya, maka pendengar seakan-akan  mendengar langsung dari pembicara aslinya.
            Demo ini memangmenunjukan kecanggihan teknolgi dan kecepatan perkembangan teknologi di masa kitasangatlah cepat dan sangat luar biasa. Rick Rashid, sang kepala Microsoft Research menggunakan teknologi ini pada saat beliau berbicara pada acara Asia’s 21st Century Computing di Tianjin, China belum lama ini.
            Akhirnya hasil para peneliti ini didemokan oleh Rich Rashid di hadapan kurang lebih 2000 siswa di China yang merespon dengan sorak-sorai walau sebenarnya masih ada kesalahan penerjemahan dan kadang kala ada yang licu.

·        Perangkat Mobile
Diprkirakan pengguna gadget mobile seperti telepon seluler dan komputer tablet untuk akses internet bakal melampaui komputer konvensional. Sekitar 80% akses internet dilakukan melalui ponsel, terutama yang berbasis Windows dan Android. Tak heran penjualanponsel-ponsel tersebut bakal nengungguli iPhone buatan Apple serta BlacBerry.
Di tahun ini Samsung akan luncurkan smartphone dengan layar flexibeldan yang pasti akan menjadi ponsel paling unik didunia.

·        App Store
Pada tahun 2013-2014 diramalkan aka nada 70 miliar softwere mobole yang bakal diunduh setiap tahun dari took-toko aplikasi online atau App Store. Pada periode yang sama, softwere tersebut tidak lagi digunakan secara individual melainkan oleh korporasi. Ini akan menjadi pasar yang sangat menggiurkan.

·        Windows 8
Memang tidak dipungkiri , banyak pengguna Windows tidak menggunakan crack/loader yang notabene lebih mudah dilakukan, disamping Windows 8 yang mahal untuk sebuak OS.
Salah satu kekurangan dari Windows 8 yang membuatnya lambat popular adalah usher interface-nya yang akan membingungkan. Dibandingkan dengan windows-windows sebelunya yang menggunakan paradigma ‘start’ sebagai menu atama untuk masuk program, windows 8 menghapus paradigma tersebut dan menggantinya dengan paradigma lain yang membuat para pengguna windows perlu usaha lagu untuk mempelajarinya,

·        Pertarungan Mobile Device
Perangkat mobile telah menyuramkan desktop. Konsumerisasi mendorong tablet m,asuk ke perusahaan . cloud dan mobile saling memperkuat trend. Trend BYOD (Bring Your Own Device) meningkat. Pada tahun 2013 , perangkat mobile akan melewati PC sebagai alat akses web palung umum digunakan.

·        LTE (Long Term Evolution)
LTE merupakan teknologi nirkabel (wireless)berkecepatan tinggi berbasiskan GSM dan UMTS [wiki]. Sederhananya, teknologi ini mempunyai nama yang disebut dengan 4G. seperti kita ketahui sekarang, ada teknologi 3G, 2G, 3.5G (HSDPA) yang popular di masyarakat kita. Teknologi 4G mempunyai banyak keunggulan.

Mungkin masih banyak lagi perkembangan teknologi lainnya yang belum sempat kita bahas, tetapi tak mungkin dipungkiri kemajuan teknologi semakin maju pesat.

Rabu, 01 Mei 2013

Hentikan Kekerasan Terhadap Wartawan

Tajuk Rencana

Masih saja terjadi kekerasan terhadap wartawan di negeri ini. Menyedihkannya, bukan lagi kekerasan itu datang dari mereka yang tahu arti hukum, tetapi justru mallah seorang yang dianggap sebagai seorang penegak hukum pun, tak terelakan lagi.
Kita dikejutkan apa yang terjadi pada Didik Hermanto pewarta foto Riau Pos, dan lima warawan lainya, pelakunya oknum perwira menengah TNI Angkatan Udara (AU).
Miris kita melihat peristiwa ini, terutama jika kita saksikan bagaiman oknum perwira TNI AU sampai menindih sang pewarta foto yang sudah jatuh tidak berdaya. Di mana kesalahan sang pewarta foto dan wartawan lainya? Rasanya tidak ada ksalahan yang mereka lakukanketika menjalankan tugas jurnalistiknya.
Ceritanya, ketika wartawan itu mendengar kabar jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU di sekitar pemukiman warga RT 03, RW 03 Dusun 03 Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, mereka langsung menuju lokasi kejadian dan mengabadikan moment penting tersebut. Apalagi, ini adalah pesawat tentara, maka bisa jadi berkemungkinan ada yang amat penting pada kasus jatuhnya pesawat tersebut. Malah belakangan dikabarkan bahwa ada bahan peledak di dalam pesawat.
Dalam kasus ini, wartawan sudah selesai melakukan tugasnya, dalam arti foto sudah diambil dan tidak terjadi apa-apa. Jadi alasan itu kurang tepat. Kalaupun dengan dilarang sebaikanya dilakukan dengan baik-baik dan tidak perlu langsung main pukul sebab mereka pasti tidak akan melawan.
Pada sisi lainya, kita semua harus sadar bahwa, zaman sudah berubah. Hal sebesar itu tidak akn mungkin bisa ditutupin lagi. Kalaupun para “kuli tinta” d
i lapangan bisa dibungkamatau dihalangi untuk meliput, tapi masyarakat sekitar sudah menyaksikan kejadian secara langsung. Dengan banyaknya media sosial seperti facebook, twitter atau lainya berita dan gambar tersebut pasti dengan cepat bisa tersebar di dunia maya.
Jatuhnya pesawat Hawk 200 di Riau, pasti ada diantara warga yang jaga pasti sudah mengabadikannya. Dan hasilya pasti sudah tersebardengan cepat dan tidak bisa dicegah lagi.
Saat ini bukan zamannya lagi untuk menutup-nutupi informasidari masyarakat atau media. Media sesuai dengan tugas dan fungsinya memang untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai. Kerena itu media jangan dijadikan lawan tapi dijadikan kawan. Bagaimana caranya? Jalinlah komunikasi yang baik dengan wartawan, bukan memusuhinya, kemudian melakukan kekerasnterhadap mereka yang jugamengemban tugas mulia.

Resensi Film "Perahu Kertas"

Resensi Film

Jenis Film         : Drama
Judul Film         : Perahu Kertas
Pemeran     : Maudy Ayunda, Adipati Dolkin, Reza    Rahardian, Sylvia Fully R, Fauzan Smith,
  Tyo Pakusadewo, Elyza Mulachela, Ben Kasyafani.
Produser          : Chand Parwez Servia, Putut Widjanarko
Sutradara         : Hanung Bramantyo
Penulis              : Dewi “Dee” Lestari
Durasi              : 100 menit / 1 jam 40 menit
Tanggal edar     : Selasa, 04 Oktober 2012
Alur                  : Maju, dikarenakan dalam film ini sang sutradara tidak ada flash back dan tidak
                          Menayangkan kejadian masa lalu di dalam cerita.
Produksi           : StarVision, MizanProductions & Dapur Film.

SINOPSIS

Perahu Kertas sebuah film karya sutradara muda berbakat Hanung Bramantyo, adaptasi novel karya Dewi “Dee” Lestari. Mengisahkan pasnag surut dua anak manusia, yaitu Kugy yang diperankan oleh “Maudy Ayunda” dan Keenan yang diperankan oleh “Adipati Dolken”. Kisah bermula ketika mereka berdua kuliah di Bandung. Kugy, yang bercita-cita ingin menjadi penulis dongengkuliah di fakultas sastra
. Ia punya kebiasaan unik, yaitu dia suka membuat perahu kertas yang kemudian diarungkannyadi sungai. Keenan, pelukis muda berbakat, yang kemudian dipaksa oleh ayahnya untuk kuliah di fakultas ekonomi.
Bersama dengan sahabat Kugy sejak kecil, Nony yang diperanakn oleh “Sylvia Fully R”, serta pacar Noni, Yakni Eko yang diperankan oleh “Fauzan Smith” yang juga adalah sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak.dari semula yang saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam-diam saling jatuh cinta. Tapi berbagai hal menghalangi mereka. Tak hanya itu persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy, demi menjaga hatinya, tak datang pada pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda.

Keenan kemudian pergi ke rumah pak Wayan yang diperankan oleh “Tyo Pakusadewo”, seorang pelukis ternama yang juga teman Lena Ibunya Keenan yang sekaligus mentor Keenan melukis. Dalam suasana hati yang gundah, kreatifitas Keenan melukis buntu. Ludhe yang diperankan oleh “Elyzian Mulachela”, keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan. Seorang kolektor langganan galeri Wayan bernama Remi yang diperankan oleh “Reza Rahardian” menjadi pembeli pertama. Ingin cepat meninggalkan Bandung dan lingkungan lamanya, Kugy berjuang untuk lulus cepat. Begitu lulus sidang kakak Kugy yang bernama Karel yang diperankan oleh “Ben Kasyafani” membantu agar Kugy magang di biro iklan bernama AdVocaDo milik temannya, yaitu Remi.

Senin, 08 April 2013

Implementasi Teknologi Komunikasi

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Belajar menggunakan komputer lebih seperti belajar alat musik dibanding mengikuti instruksi bagaimana menggunakan peralatan listrik seperti pemanggang roti.”
Charles Rubin, August 1983
Salah satu dari dua topik utama dalam penelitian tentang teknologi baru komunikasi adalah bagaimana inovasi teknologi ini diadopsi dan diterapkan oleh pengguna. Sedangkan topik yang satu lagi yaitu dampak dari teknologi masih diperdebatkan. penelitian tentang adopsi media baru dilakukan berdasarkan aplikasi kontemporer dari teori difusi inovasi yang telah teruji. Bagaimanapun, ada beberapa aspek spesial dari aplikasi teori ini dalam hal teknologi baru komunikasi. sebagai contoh, sifat interaktifnya berarti bahwa nilai dari inovasi itu bagi orang yang mengadopsinya menjadi bertambah besar seiring dengan semakin bertambahnya adopsi (contohnya, sistem pesan elektronik masih kurang bermanfaat sewaktu masih kurang orang mengadopsinya, hanya ketika semakin bertambahnya orang yang menggunakannya). Selanjutnya, tingkat penggunaan teknologi baru komunikasi berubah menjadi variabel penting baik adopsi terjadi atau tidak.
Implementasi  teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi Komunikasi tersebut mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jarinagan informasi. Semakin banyak pelayanan dan jaringan informasi yang bisa diakses oleh sebuah teknologi komunikasi, semakin banyak pula orang yang mengimplementasikannya.
Namun asumsi ini hanya berlaku bagi masyarakat informasi saja. Lalu bagaimana dengan masyarakat di Indonesia?
Kondisi masyarakat Indonesia saat ini:
·         Ada yang sudah masuk pada tataran masyarakat informasi
·         Ada yang masuk pada tataran masyarakat industri
·         Ada yang masuk pada tataran masyarakat agraris
·         Ada yang masih dalam  kondisi masyarakat primitif
Difusi Inovasi
Munculnya Teori Difusi Inovasi dimulai pada awal abad ke-20, tepatnya tahun 1903, ketika seorang sosiolog Perancis, Gabriel Tarde, memperkenalkan Kurva Difusi berbentuk S (S-shaped Diffusion Curve). Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu.
Pemikiran Tarde menjadi penting karena secara sederhana bisa menggambarkan kecenderungan yang terkait dengan proses difusi inovasi. Rogers (1983) mengatakan, Tarde’s S-shaped diffusion curve is of current importance because “most innovations have an S-shaped rate of adoption”. Dan sejak saat itu tingkat adopsi atau tingkat difusi menjadi fokus kajian penting dalam penelitian-penelitian sosiologi.
Pada tahun 1940, dua orang sosiolog, Bryce Ryan dan Neal Gross, mempublikasikan hasil penelitian difusi tentang jagung hibrida pada para petani di Iowa, Amerika Serikat. Hasil penelitian ini memperbarui sekaligus menegaskan tentang difusi inovasi model kurva S. Salah satu kesimpulan penelitian Ryan dan Gross menyatakan bahwa “The rate of adoption of the agricultural innovation followed an S-shaped normal curve when plotted on a cumulative basis over time.”
Perkembangan berikutnya dari teori Difusi Inovasi terjadi pada tahun 1960, di mana studi atau penelitian difusi mulai dikaitkan dengan berbagai topik yang lebih kontemporer, seperti dengan bidang pemasaran, budaya, dan sebagainya. Di sinilah muncul tokoh-tokoh teori Difusi Inovasi seperti Everett M. Rogers dengan karya besarnya Diffusion of Innovation (1961); F. Floyd  Shoemaker yang bersama Rogers menulis Communication of Innovation: A Cross Cultural Approach (1971) sampai Lawrence A. Brown yang menulis Innovation Diffusion: A New Perpective (1981).
Selama 45 tahun dan melalui 3,500 publikasi penelitian, model dari inovasi difusi telah menuntun penelitian dari penyebaran ide baru. Penelitian difusi dilakukan oleh peneliti dari berbagai bidang seperti antropologi, komunikasi, pendidikan, geografi, pemasaran, sosiologi pedesaan, sosiologi, dan beberapa lagi yang lainnya.
Teori Difusi Inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan (dikomunikasikan) melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial.
Sesuai dengan pemikiran Rogers, dalam proses difusi inovasi terdapat 4 (empat) elemen pokok, yaitu:
(1)   Inovasi; gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali.
Karakter dari suatu inovasi, yang dirasa oleh anggota sistem sosial, menentukan tingkat adopsinya. Lima sifat dari inovasi tersebut adalah: (1) relatifitas keuntungan, (2) kesesuaian,(3) kerumitan, (4) reliabilitas, dan (5) kebisaan diamati.
(2)   Saluran komunikasi; ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Dalam memilih saluran komunikasi, sumber paling tidakperlu memperhatikan (a) tujuan diadakannya komunikasi dan (b) karakteristik penerima. Jika komunikasi dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak yang banyak dan tersebar luas, maka saluran komunikasi yang lebih tepat, cepat dan efisien, adalah media massa. Tetapi jika komunikasi dimaksudkan untuk mengubah sikap atau perilaku penerima secara personal, maka saluran komunikasi yang paling tepat adalah saluran interpersonal.
(3)   Jangka waktu; proses keputusan inovasi, dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya, dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu. Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam (a) proses pengambilan keputusan inovasi, (b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lebih lambat dalammenerima inovasi, dan (c) kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial.
(4)   Sistem sosial; kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama
Implementasi sendiri secara harfiah berarti penerapan. Dalam prakteknya penerapan teknologi komunikasi harus didahului oleh penguasaan  ketrampilan mengoperasikan teknologi komunikasi tersebut. Karena tanpa penguasaan ketrampilan teknis, teknologi komunikasi tidak mungkin diterapkan oleh seseorang. Hal ini mengisayaratkan tekk kom sebuah inovasi.
Lazimnya sebuah inovasi tidak begitu saja diadopsi/diterima oleh masyarakat. Skeptisisme merupakan penghalang proses adopsi inovasi bagi masyarakat
Teknologi komunikasi merupakan sistem teknologis dan untuk memakainya manusia perlu mengaturnya sesuai dengan nilai-nilai yang diisyaratkan olek teknologi komunikasi  itu sendiri. Nilai-nilai itu bisa berbenturan dengan nilai-nilai yang telah lama dikenal atau dianut dalam kelompok masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan penerapan teknologi komunikasi sering melahirkan masalah dalam kehidupan sosial masyarakat.
PROSES IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Merujuk pendapat Rogers, tentang proses adopsi inovasi maka prose implementasi tek. Kom bisa digambarkan sebagai berikut:
1.       Tahap pertama; Inisiasi, yaitu usaha mengumpulkan informasi tentang teknologi komunikasi, memahaminya dengan seksama dan merencanakan untuk mengadopsi. Tahap ini memiliki dua tingkat;
·         Agenda setting; munculnya ide untuk mengadopsi teknologi komunikasi
·         Matching; kecocokan tek kom dengan kebutuhan & kemampuan mengadopsi.
1.       Tahap kedua; Implementasi yaitu seluruh kegiatan & aktifitas yang dilakukan untuk menggunakan teknologi komunikasi yang dirindukan. tahap ini memiliki 3 tingkat:
·      Redefining, yaitu mengatur, menyusun & memodifikasi struktur lembaga/mentalitas & kebiasaan individu untuk keperluan teknologi komunikasi.
·      Clarifying, yaitu Meyakinkan pada anggota atau individu tentang seluk beluk teknologi komunikasi yang dimaksud
·      Routinizing, yaitu teknologi komunikasi sudah diketahui secara jelas dan menjadi bagian dari infrastruktur organisasi, atau pelengkap kehidupan sehari-hari
Dengan demikian, proses adopsi inovasi hingga implementasi teknologi komunikasi dapat disimpulkan melalui lima proses yaitu:
1.       Agenda setting
2.       Matching
3.       Redefining
4.       Clarifying
5.       Routinizing
Implementasi tek kom memaksa individu melakukan adaptasi agar melewati prosesnya dengan baik. Adaptasi tersebut adalah penyesuaian nilai-nilai yang dibawa teknologi komunikasi dengan kondisi sosio-kultural dimana individu tersebut tinggal.
KATEGORI ADAPTER
Anggota sistem sosial dapat dibagi ke dalam kelompok-kelompok adopter (penerima inovasi) sesuai dengan tingkat keinovatifannya (kecepatan dalam menerima inovasi). Salah satu pengelompokan yang bisa dijadikan rujukan adalah pengelompokan berdasarkan kurva adopsi, yang telah duji oleh Rogers (1961).   Gambaran tentang pengelompokan adopter dapat dilihat sebagai berikut:
1.       Innovators: Sekitar 2,5% individu yang pertama kali mengadopsi inovasi. Cirinya: petualang, berani mengambil resiko, mobile, cerdas, kemampuan ekonomi tinggi. Hubungan  sosial mereka cenderung lebih erat dibanding kelompok sosial lainnya. Orang-orang seperti ini lebih dapat membentuk komunikasi yang baik meskipun terdapat jarak geografis. Biasanya orang-orang ini adalah mereka yang memeiliki gaya hidup dinamis di perkotaan yang memiliki banyak teman atau relasi.
2.       Early Adopters (Perintis/Pelopor): 13,5% yang menjadi para perintis dalam penerimaan inovasi. Cirinya: para teladan (pemuka pendapat), orang yang dihormati, akses di dalam tinggi. Kelompok ini lebih lokal dibanding kelompok inovator. Kategori adopter seperti ini menghasilkan lebih banyak opini  dibanding kategori lainnya, serta selalu mencari informasi tentang inovasi. Mereka dalam kategori ini sangat disegani dan dihormati oleh kelompoknya karena kesuksesan mereka dan keinginannya untuk mencoba inovasi baru.
3.       Early Majority (Pengikut Dini): 34% yang menjadi para pengikut awal. Cirinya: penuh pertimbangan, interaksi internal tinggi. Kategori pengadopsi seperti ini merupakan mereka yang tidak mau menjadi kelompok pertama yang mengadopsi sebuah inovasi. Sebaliknya, mereka akan dengan berkompromi secara hati-hati sebelum membuat keputusan dalam mengadopsi inovasi, bahkan bisa dalam kurun waktu yang lama. Orang-orang seperti ini menjalankan fungsi penting dalam melegitimasi sebuah inovasi, atau menunjukkan kepada seluruh komunitas bahwa sebuah inovasi layak digunakan atau cukup bermanfaat.
4.       Late Majority (Pengikut Akhir): 34% yang menjadi pengikut akhir dalam penerimaan inovasi. Cirinya: skeptis, menerima karena pertimbangan ekonomi atau tekanan social, terlalu hati-hati. Kelompok ini lebih berhati-hati mengenai fungsi sebuah inovasi. Mereka menunggu hingga kebanyakan orang telah mencoba dan mengadopsi inovasi sebelum mereka mengambil keputusan. Terkadang, tekanan dari kelompoknya bisa memotivasi mereka. Dalam kasus lain, kepentingan ekonomi mendorong mereka untuk mengadopsi inovasi.
5.       Laggards (Kelompok Kolot/Tradisional): 16% terakhir adalah kaum kolot/tradisional. Cirinya: tradisional, terisolasi, wawasan terbatas, bukan opinion leaders, sumberdaya terbatas. Kelompok ini merupakan orang yang terakhir melakukan adopsi inovasi. Mereka bersifat lebih tradisional, dan segan untuk mencoba hal hal baru. Kelompok ini biasanya lebih suka bergaul dengan orang-orang yang memiliki pemikiran sama dengan mereka. Sekalinya sekelompok laggard mengadopsi inovasi baru, kebanyakan orang justru sudah jauh mengadopsi inovasi lainnya, dan menganggap mereka ketinggalan zaman.